Beranda

Tentang PKVHI

Konseling Tools

Organisasi dan Layanan

Yang Perlu Diketahui dari Kolaborasi Penyakit TBC dan HIV

 

 

24 Maret 2019 Merupakan Hari Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia, Bahaya Penyakit TB atau TBC Juga Mengancam bagi Penderita HIV dimana Penderita HIV sering tidak dapat diidentifikasi sebelum melakukan Test HIV membuat Penderita TBC perlu dilakukan Tes HIV.

Data kesehatan menyebutkan sekitar 60-70 persen kematian pada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) diakibatkan dari  tuberkulosis  (TBC). Penderita Penyeakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) menunjukkan adanya peningkatan pada kasus tuberkulosis (TBC).  dengan adanya peningkatan ini menjadi tantangan terbesar dalam pengendalian TBC, bahkan pengendaliannya tidak akan berhasil dengan baik tanpa keberhasilan pengendalian TBC.

 

            Apa Itu TBC?

TB atau sering di Sebut TBC oleh Masayarkat Indonesia TB atau tuberculosis adalah penyakit menular yang disebabkan kuman Mycobacterium tuberculosis TB dikenal orang dengan sebutan TBC, penyakit 3 huruf, paru-paru basah, flek paru dan lain sebagainya.  Kuman TB paling sering menyerang paru-paru tetapi juga dapat menyerang organ tubuh lainnya seperti kelenjar getah bening, tulang, otak, kulit  dan lainnya, TB bukan penyakit keturunan atau guna-guna.

Gejala TBC ?

TBC memiliki Dua jenis Gejala yaitu Gejala Utama dan Gejala pengikut, Gejala Utama ditandai  Batuk terus menerus (berdahak maupun tidak berdahak, sedangkan  Gejala lainnya berupa Demam meriang berkepanjangan, Sesak nafas dan nyeri dada, Berat badan menurun, Kadang dahak bercampur darah, Nafsu makan menurun, Berkeringat di malam hari meski tanpa melakukan kegiatan. Bila ada yang mempunyai gejala-gejala tersebut segeralah periksa ke layanan kesehatan terdekat.

Kolaborasi TBC dan HIV

Bagaimana TBC dan HIV Berkolaborasi? Sebagaimana yang kita ketahui Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyerang dan melemahkan sistem kekebalan tubuh manusia. Bila kita tertular HIV maka kekebalan tubuh menjadi menurun sehingga mudah terkena berbagai penyakit. Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) yang merupakan sekumpulan gejala penyakit akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV. Seseorang yang terinfeksi HIV, belum tentu mengidap AIDS.Bila kita tertular HIV maka kekebalan tubuh menjadi menurun sehingga mudah terkena berbagai penyakit. Orang dengan HIV tidak mempunyai gejala/tanda. Untuk mengetahui seseorang terinfeksi HIV yaitu dengan pemeriksaan darah di laboratorium. Orang dengan HIV mudah terserang dengan bakteri penyebab tuberkulosis (TBC)Mycobacterium tuberculosis. Kekebalan tubuh pasien TBC yang rendah menjadi jalan terbuka bakteri TBC untuk 'menyerang.

Pengobatan TBC pada penderita HIV?

Jika penderita HIV terpapar Kuman TBC pengobatannya  dilakukan kepada  kedua penyakit tersebut (HIV dan TBC). Dimana Pengobatan TBC nya dapat didahulukan (diobati terlebih dahulu) dimana dokter akan memberikan obat sesuai dengan kondisi pasien. Pengobatan yang bisa diberikan dengan jenis obat yang termasuk obat antibiotik untuk melawan bakteri. Obat antibiotik TBC juga berfungsi mencegah dan mengobati TBC. Efek obat TBC pada tubuh bisa dipantau selama dua minggu. Dalam pemantauan ini pasien dapat dilihat apakah obat TBC menimbulkan efek samping atau tidak. Pengotan tersebut berlangsung sampai dua minggu dan jika pasien baik-baik saja dengan minum obat TBC dan tidak terjadi kontraindikasi. Pasien dapat langsung minum obat HIV, antiretroviral atau ARV .

 

 *diolah dari berbagai sumber